Dia salamullah alaiha adalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi.
Seluruh jalan maujudnya bersih murni suci hakiki
Empat puluh hari ayahanda kinasih menyepi atas perintah Ilahi, terangnya dipenuhi shiam, gelapnya hari tak terlewat dari shalatulail.
Empat puluh hari ibunda tercinta berkhudur tenggelam dalam munajat
Dia adalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi
Hari terakhir penyepian, ayahanda kinasih mi’raj surgawi dan lihatlah malaikat mulia Jibril menghidangkan hidangan surga,
Sepinggan anggur dan kurma,
yang lebih lembut dari panganan apapun,
yang lebih wangi dari wewangian apapun,
yang lebih manis dari madu manapun
Dia adalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi
Ayah Bunda yang mulia menyantap hidangan lezat surgawi,
dari sulbi suci dan rahim mulia darinya wiladah cahaya
Dia adalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi.
Yang kerap bercakap dengan Ibunda sejak bersemayam dalam rahim sucinya.
Yang disebut ‘a human hurri’ oleh ayahanda mulia,
Maka ketika Baginda merindukan surga, diciumnya leher cahaya itu.
Dia adalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi
Puan mulia penghulu perempuan semesta.
Wiladah Cahaya yang disambut puan-puan mulia penentram Ibunda, Bunda Sarah, Bunda Asiyah binti Muzahim, Bunda Kulthum saudari Nabiyullah Musa alaihisalam dan Bunda Maryam binti Zakariya.
Dia adalalah ia,
Yang kehadirannya tajalli Ilahi.
Wiladah menguar cahaya pada semesta
Dalam segala sesuatu cahaya itu menjelma.
Semoga setitik cahayamu terpercik pada jiwa raga dan hidup kami si pendosa ini.
Salam bagimu duhai Ibunda
Salam bagimu duhai bidadari berwujud manusia
Sholawat!
Farida T. Sudjana
Bandung, 12 Desember 2025 / 20 Jumadi Tsani 1447H
Pada Wiladah Sayyidah Fathimah Salamullah ‘alaiha

