Kulihat,
Cemerlang istanamu bak gemerlap jutaan yaqut Yamani.
Datukmu yang mulia menangis kala mengabarkan istana surgamu megah merah merona, bak darah yang membaluri seluruh tubuhmu yang terkoyak-koyak.

Duhai Tuan, walau diri tak layak, kau ijinkan aku merangkak, merayap meraih pintumu.
Dan seketika ragaku tertinggal di sana.

Kucium,
Semerbak gaharu menguar mewangi sukma
Di lorong-lorong istanamu.
Duhai Tuanku, diri yang hina ini kau ijinkan menghirup udara cintamu.
Dan seketika sepotong hatiku tertinggal disana.

Kudengar.
Rintihan cinta memenuhi seluruh kerajaanmu, eufoni indah merasuk semesta
Ya Husaina … Ya Husaina … Ya  Husainaaa …
Kau ijinkan pendosa ini memeluk mencium singgasanamu.
Dan seutuhnya jiwaku tertinggal disana.

Duhai Tuanku … Duhai Imam …
Lima jumat telah berlalu dan aku bingung, bagaimana mengatasi rindu padamu di hari-hari ini.

Ya Husainaa….


Farida Sudjana
Kaki Bukit Bandung Timur
Jumat, 13 Okt 2023

Sumber gambar:
Foto diambil oleh Farida saat berziyarah ke Haram Imam Hussain As di Karbala, Agustus 2023

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *